November, selalu mempunyai cerita tersendiri di setiap tahunnya. Di bulan ini, sering kali aku merasa dilema ..bimbang akan perasaan ku sendiri, apakah bahagia atau kah sebaliknya.
Bahagia karena Allah telah memberi kesempatan untuk tetap berada di muka bumi sampai saat ini, sedih karena tidak banyak yang telah aku lakukan selama ini. Dan disisi lain seiring dengan datangnya november itu artinya umur ku pun telah berkurang dan pergi tak kan terulang lagi.
Seperti halnya benda, november pun terseusun dari partikel-partikel kisah penyusunnya. Baik itu bermuatan positif atau pun bermuatan negatif, bahkan sama sekali tidak bermuatan . Hambar dan netral...
13 ... angka yang selalu menjadi misteri namun mempunyai sejarah besar dalam hidup ku. Karena diangka 13 lah 22 tahun yang lalu aku dapat melihat indahnya dunia.
Ayah, ibu dan kedua kakak yang super luar biasa selalu menjadi elemen penting dalam hidup ku.
15 ... Entah peristiwa apa dibalik ini, saat itu aku memiliki tiga agenda besar yang harus aku selesaikan, namun aku lebih memilih untuk pergi dan meninggalkannya. Pergi ke tempat asing yang sebelumnya aku pun tak tahu.
Namun, peristiwa 15 ini tak akan pernah ku lupakan ..karena didalamnya mengandung unsur kebahagiaan yang tak pernah aku dapatkan di sistem periodik sekalipun. Perjuangan, mungkin bisa dikatakan seperti itu... karena aku seperti halnya partikel dalam percobaan de Broglie yang berusaha memancarkan sinar-x untuk sesuatu yang sangat luar biasa.
Sekejap aku sadar, tulisan apa yang aku goreskan ini? entahlah ... yang jelas masa depan ku harus bersamanya .. dan aku tahu Allah selalu mendengar doa setiap hambanya.
see you
Minggu, 19 November 2017
Selasa, 21 Maret 2017
Air mata yang ditemani Polarisasi #Suratke14
Air mata...
tiba-tiba mengalir dengan sponan tanpa aku sadari
di temani polarisasi, materi fisika yang sedang ku pelajari
tiba-tiba saja aku teringat kedua orang tua ku, dan segera aku mengambil handphone untuk menghubunginya
seperti biasa aku bertanya sedang apa, dan bagaimana kabar hingga akhirnya sikap manja ku muncul dan nampak sekali denga nada ku ketika berbicara aku menangis dan menceritakan semuanya kepada ibu. Ibu hanya mendengarkan ocehan ku tanpa ku sadari juga mungkin itu akan menambah pikiran ibu. Mengapa aku menceritakan semuanya, tak cukupkah aku menyusahkan ibu selama ini mengapa aku tambah beban pikirannya dan penyesalan-penyesalan itu muncul setelah aku menceritakan semuanya dan saat ini pun air mataku mengalir tak henti, ingin rasanya aku segera pulang dan bertemu dengan ibu.. namun apa daya, aku masih harus berjuang disini
aku ingat akan keinginan ibu , melihat anaknya menjadi seorang guru. dan itu selalu menjadi motivasiku
tapi Rabb saat ini, aku begitu merindukan orangtuaku aku ingin pulan g dan bertemu dengan mereka, sungguh aku sangat merindukan mereka ... aku rindu berada ditengah-tengah mereka, setidaknya untuk menumbuhkan kembali semangatku yang mulai memudar .. Rabb ridoilah waktu ku dengan kedua orangtuaku ..
jagalah mereka, sampai aku bisa membuat mereka tersenyum karena ku.
tiba-tiba mengalir dengan sponan tanpa aku sadari
di temani polarisasi, materi fisika yang sedang ku pelajari
tiba-tiba saja aku teringat kedua orang tua ku, dan segera aku mengambil handphone untuk menghubunginya
seperti biasa aku bertanya sedang apa, dan bagaimana kabar hingga akhirnya sikap manja ku muncul dan nampak sekali denga nada ku ketika berbicara aku menangis dan menceritakan semuanya kepada ibu. Ibu hanya mendengarkan ocehan ku tanpa ku sadari juga mungkin itu akan menambah pikiran ibu. Mengapa aku menceritakan semuanya, tak cukupkah aku menyusahkan ibu selama ini mengapa aku tambah beban pikirannya dan penyesalan-penyesalan itu muncul setelah aku menceritakan semuanya dan saat ini pun air mataku mengalir tak henti, ingin rasanya aku segera pulang dan bertemu dengan ibu.. namun apa daya, aku masih harus berjuang disini
aku ingat akan keinginan ibu , melihat anaknya menjadi seorang guru. dan itu selalu menjadi motivasiku
tapi Rabb saat ini, aku begitu merindukan orangtuaku aku ingin pulan g dan bertemu dengan mereka, sungguh aku sangat merindukan mereka ... aku rindu berada ditengah-tengah mereka, setidaknya untuk menumbuhkan kembali semangatku yang mulai memudar .. Rabb ridoilah waktu ku dengan kedua orangtuaku ..
jagalah mereka, sampai aku bisa membuat mereka tersenyum karena ku.
Jumat, 10 Maret 2017
Move #Suratke13
Tiga belas ... angka kelahiran ku
dan aku harap surat ini bisa membuatku seolah terlahir kembali
ya ..move jika semuanya tetap sama dengan bayang-bayang masalalu mu seolah hukum pemantulan om snellius selalu ada diantara cerita yang kiata jalani.
Sejauh ini, sejauh harapan ku ... namun, mengapa tetap sepeti itu? haruskah aku pahami semua ini seolah semuanya baik-baik saja? sepertinya sudah terlalu sering
dan sekarang, aku harap kamu tahu apa maksudku
jika bukan kamu yang move biarkan aku yang move... semuanya kembali kepada mu. Akan bagaimanakah semuanya.
Jujur saja aku kesal jika melihat mu membuka kembali album yang telah lama sekali dan saat itu kamu merasa nyaman dengan semuanya.
Apakah sosok aku ada? atau hanyalah sebuah imajinasi ku saja yang mengganpnya ada? ahhh entahlah banyak sekali hal yang ingin aku ungkapkan kepadamu, tapi aku tidak memiliki celah untuk menyampaikan walau sekecil celah percobaan om franhoufer sekalipun.
dan aku harap surat ini bisa membuatku seolah terlahir kembali
ya ..move jika semuanya tetap sama dengan bayang-bayang masalalu mu seolah hukum pemantulan om snellius selalu ada diantara cerita yang kiata jalani.
Sejauh ini, sejauh harapan ku ... namun, mengapa tetap sepeti itu? haruskah aku pahami semua ini seolah semuanya baik-baik saja? sepertinya sudah terlalu sering
dan sekarang, aku harap kamu tahu apa maksudku
jika bukan kamu yang move biarkan aku yang move... semuanya kembali kepada mu. Akan bagaimanakah semuanya.
Jujur saja aku kesal jika melihat mu membuka kembali album yang telah lama sekali dan saat itu kamu merasa nyaman dengan semuanya.
Apakah sosok aku ada? atau hanyalah sebuah imajinasi ku saja yang mengganpnya ada? ahhh entahlah banyak sekali hal yang ingin aku ungkapkan kepadamu, tapi aku tidak memiliki celah untuk menyampaikan walau sekecil celah percobaan om franhoufer sekalipun.
Minggu, 05 Maret 2017
Jelaskan #SuratKe12
Apa yang harus jelas?
kita
sejak kapan kata itu ada?
sejak saat itu
Entah bagaimana pikiran ku ini, rasanya ingin sekali ada kejelasan diantara kita. Namun setelah dipikir-pikir motivasi apa sehingga begitu ingin?
1. Supaya kalau pergi bareng tidak berdosa
2. Supaya bisa saling menjaga dan memperhatikan
3. Supaya kalau chating tidak canggung
4. Supaya bisa menatap dia
5. Supaya bisa liburan bareng
6. Supaya
7, Supaya
dan ternyata alasan-alasan yang tidak kuat menurut ku. Nikah? bukan hanya perkara itu saja. Tapi perkara tanggung jawab. Walau pun sebagai seorang perempuan tanggung jawab itu tetap ada yaa tanggung jawab sebagai seorang istri. Apakah sudah mempersriapkan itu semua? apakah sudah siap menjadi istri sebagaimana istri sesungguhnya? apakah sudah siap menjadi madrasah bagi anak-anak kelak? apakah sudah belajar ilmunya?
dan ternyata
aku jadi malu sendiri ... aku belum mempersiapkan itu semua, walaupun nantinya tidak lepas dari bimbingan namun tetap saja aku harus memahami ilmunya.
Sekarang aku sadar, mengapa terhadap pertanyaan mu tadi
baik lah,, aku akan tetap menunggu disini sampai kau datang dan mengajak ku pergi bersama mu pergi ke rumah yang telah kita rencanakan. Aku akan belajar dan terus belajar untuk menjadi yang terbaik bagi mu .
kita
sejak kapan kata itu ada?
sejak saat itu
Entah bagaimana pikiran ku ini, rasanya ingin sekali ada kejelasan diantara kita. Namun setelah dipikir-pikir motivasi apa sehingga begitu ingin?
1. Supaya kalau pergi bareng tidak berdosa
2. Supaya bisa saling menjaga dan memperhatikan
3. Supaya kalau chating tidak canggung
4. Supaya bisa menatap dia
5. Supaya bisa liburan bareng
6. Supaya
7, Supaya
dan ternyata alasan-alasan yang tidak kuat menurut ku. Nikah? bukan hanya perkara itu saja. Tapi perkara tanggung jawab. Walau pun sebagai seorang perempuan tanggung jawab itu tetap ada yaa tanggung jawab sebagai seorang istri. Apakah sudah mempersriapkan itu semua? apakah sudah siap menjadi istri sebagaimana istri sesungguhnya? apakah sudah siap menjadi madrasah bagi anak-anak kelak? apakah sudah belajar ilmunya?
dan ternyata
aku jadi malu sendiri ... aku belum mempersiapkan itu semua, walaupun nantinya tidak lepas dari bimbingan namun tetap saja aku harus memahami ilmunya.
Sekarang aku sadar, mengapa terhadap pertanyaan mu tadi
baik lah,, aku akan tetap menunggu disini sampai kau datang dan mengajak ku pergi bersama mu pergi ke rumah yang telah kita rencanakan. Aku akan belajar dan terus belajar untuk menjadi yang terbaik bagi mu .
Minggu, 26 Februari 2017
Masih dengan keyakinan yang sama #Suratke11
Perbedaan-perbedaan yang aku rasakan saat ini semoga hanya perasaan ku saja, harapan ku semuanya tetap sama dan dengan keyakinan yang sama.
Sering kali aku marah, kesal atau bahkan ini pergi saja dari mu. Namun kini aku sadar, aku harus lebih sabar menyikapi ini semua sama seperti mu yang selalu sabar menghadapi ku. Sedih karena memang terasa jauh sekali. Bahkan sering kali aku berpikir "bagaimana jika aku saja yang melamar mu" sebuah pikiran yang sungguh diluar jangkauan ku. Itu lah aku, yang akan selalu menjaga keyakinan ini sampai nanti jika Allah menghendaki tentunya.
Ada permintaan dari ku, jangan biarkan aku begitu saja. Jangan terlalu percaya terhadap ku.. aku mohon karena hal itu akan sulit sekali bagiku, sekali-kali cobalah ingatkan aku dan sapa aku supaya aku merasa kau benar-benar ada dan menambah keyakinan ku terhadap mu.
Sekali lagi jangan terlalu percaya, engkau pun tau bagaimana dengan mudahnya aku berteman dengan orang lain dan dengan mudahnya merasa nyaman dengan orang yang terkadang baru saja aku kenal. Bukan berarti keyakin ku terganggu.. tidak, aku akan tetap yakin terhadapmu .. tapi engkau pasti paham bahwa ketika rasa nyaman itu ada itu lah yang membahayakan bagiku.
Dan aku pun percaya, engkau disana akan menjaganya ... untuk mewujudkan apa yang telah kita rencanakan, mulai dari taman sunflower, rumah sederhana yang segala peralatannya aku buat sendiri dengan menggunakan kosep fisika.. atau bahkan rencana ketika kita telah bersama namun harus LDR karena sama-sama melanjutkan studi di negara yang berbeda.
Tetaplah seperti itu, karena aku sungguh menyayangimu.
Sering kali aku marah, kesal atau bahkan ini pergi saja dari mu. Namun kini aku sadar, aku harus lebih sabar menyikapi ini semua sama seperti mu yang selalu sabar menghadapi ku. Sedih karena memang terasa jauh sekali. Bahkan sering kali aku berpikir "bagaimana jika aku saja yang melamar mu" sebuah pikiran yang sungguh diluar jangkauan ku. Itu lah aku, yang akan selalu menjaga keyakinan ini sampai nanti jika Allah menghendaki tentunya.
Ada permintaan dari ku, jangan biarkan aku begitu saja. Jangan terlalu percaya terhadap ku.. aku mohon karena hal itu akan sulit sekali bagiku, sekali-kali cobalah ingatkan aku dan sapa aku supaya aku merasa kau benar-benar ada dan menambah keyakinan ku terhadap mu.
Sekali lagi jangan terlalu percaya, engkau pun tau bagaimana dengan mudahnya aku berteman dengan orang lain dan dengan mudahnya merasa nyaman dengan orang yang terkadang baru saja aku kenal. Bukan berarti keyakin ku terganggu.. tidak, aku akan tetap yakin terhadapmu .. tapi engkau pasti paham bahwa ketika rasa nyaman itu ada itu lah yang membahayakan bagiku.
Dan aku pun percaya, engkau disana akan menjaganya ... untuk mewujudkan apa yang telah kita rencanakan, mulai dari taman sunflower, rumah sederhana yang segala peralatannya aku buat sendiri dengan menggunakan kosep fisika.. atau bahkan rencana ketika kita telah bersama namun harus LDR karena sama-sama melanjutkan studi di negara yang berbeda.
Tetaplah seperti itu, karena aku sungguh menyayangimu.
Jumat, 24 Februari 2017
A J A M #Suratke10
Siapa dia?
yaa aku berusaha berani untuk menyebut namanya karena saat ini aku benar-benar merindukannya
sosok yang selalu memberi ku semangat dan selalu berusaha untuk selalu ada
disaat aku mulai letih, putus asa bahkan ketika aku kesal sekali pun
dia selalu ada
memori ku terbawa ke 4 tahun yang lalu, disaat aku belum mengenalnya dan mulai mengenalnya
sungguh berbeda sekali jika aku lihat dulu dan sekarang
*apa yang berbeda?
diriku
ternyata aku baru sadar betapa sabar sekali ia berteman dengan ku dan betapa sabar juga ia membimbing ku, selalu mengintakan, selalu menegur dan bahkan memberikan ilmu-ilmu baru yang sebelumnya sama sekali tak aku ketahui.
Sungguh aku bersyukur telah diberi kesempatan untuk berteman dengannya. Hingga akhirnya yah aku seorang manusia yang mempunyai perasaan tentunya, aku mulai merasa nyaman dengannya dan berharap ia pun merasakan hal yang sama. Masa depan ku begitu tergambar dengan jelas dan indah ketika aku bersamanya. Namun... bagaimana selanjutnya? aku tidak tahu.. karena Dia lah Allah yang maha tau.
Dan untuk saat ini, aku benar-benar merindukan sosok Ajam, namun apa yang terjadi? semuanya telah berbeda ia begitu sibuk sehingga seperti tidak mempunyai waktu untuk ku, waktu untuk mengingatkan ku ketika salah, waktu untuk menegur ku atau bahkan waktu untuk berbagi ilmu
yaa dia sungguh sibuk, dan aku pun mengetahui hal itu
Namun, apakah dengan kesibukan barunya itu ia lupa bahwa ada seorang teman yang masih membutuhkanya, semua tentangnya. Apakah dia lupa Rabb? jika dulu dia seolah vitamin semangat dalam hidupku, apa jadinya sekarang jika tidak ada? apakah aku masih bisa seperti sebelum-sebelumnya? ya Tentu, aku berusaha untuk bisa . Karena aku tau dia akan sibuk dan seiring berjalannya waktu dia mungkin lupa terhadapku. Tapi bagaimana pun sikap dia sekarang aku akan selalu mendoakan yang terbaik untuknya, dan gelar teman terbaik untuknya tak kan pernah berubah. Dia tetap teman terbaik ku, yang telah membawaku ke kehidupan yang lebih indah.
Terimakasih telah hadir dihidupku, aku harap silaturahmi itu tetap terjaga bagaimana pun kesibukan mu karena engkau pun paham aku sibuk dan kita sama.
Terimakasih sekali Rabb ... telah dipertemukan dengannya.
yaa aku berusaha berani untuk menyebut namanya karena saat ini aku benar-benar merindukannya
sosok yang selalu memberi ku semangat dan selalu berusaha untuk selalu ada
disaat aku mulai letih, putus asa bahkan ketika aku kesal sekali pun
dia selalu ada
memori ku terbawa ke 4 tahun yang lalu, disaat aku belum mengenalnya dan mulai mengenalnya
sungguh berbeda sekali jika aku lihat dulu dan sekarang
*apa yang berbeda?
diriku
ternyata aku baru sadar betapa sabar sekali ia berteman dengan ku dan betapa sabar juga ia membimbing ku, selalu mengintakan, selalu menegur dan bahkan memberikan ilmu-ilmu baru yang sebelumnya sama sekali tak aku ketahui.
Sungguh aku bersyukur telah diberi kesempatan untuk berteman dengannya. Hingga akhirnya yah aku seorang manusia yang mempunyai perasaan tentunya, aku mulai merasa nyaman dengannya dan berharap ia pun merasakan hal yang sama. Masa depan ku begitu tergambar dengan jelas dan indah ketika aku bersamanya. Namun... bagaimana selanjutnya? aku tidak tahu.. karena Dia lah Allah yang maha tau.
Dan untuk saat ini, aku benar-benar merindukan sosok Ajam, namun apa yang terjadi? semuanya telah berbeda ia begitu sibuk sehingga seperti tidak mempunyai waktu untuk ku, waktu untuk mengingatkan ku ketika salah, waktu untuk menegur ku atau bahkan waktu untuk berbagi ilmu
yaa dia sungguh sibuk, dan aku pun mengetahui hal itu
Namun, apakah dengan kesibukan barunya itu ia lupa bahwa ada seorang teman yang masih membutuhkanya, semua tentangnya. Apakah dia lupa Rabb? jika dulu dia seolah vitamin semangat dalam hidupku, apa jadinya sekarang jika tidak ada? apakah aku masih bisa seperti sebelum-sebelumnya? ya Tentu, aku berusaha untuk bisa . Karena aku tau dia akan sibuk dan seiring berjalannya waktu dia mungkin lupa terhadapku. Tapi bagaimana pun sikap dia sekarang aku akan selalu mendoakan yang terbaik untuknya, dan gelar teman terbaik untuknya tak kan pernah berubah. Dia tetap teman terbaik ku, yang telah membawaku ke kehidupan yang lebih indah.
Terimakasih telah hadir dihidupku, aku harap silaturahmi itu tetap terjaga bagaimana pun kesibukan mu karena engkau pun paham aku sibuk dan kita sama.
Terimakasih sekali Rabb ... telah dipertemukan dengannya.
Kamis, 09 Februari 2017
YAKIN? #SuratKe9
Yakin? mengapa tidak
ahh yakin?
iya InsyaAllah
tapi ...
tuh kan
Intuisi itu tidak ada
*ya jelas tidak ada, atas dasar apa harus ada?
ya memang
namun ... jika seperti itu, mengapa rasa ini ada? untuk apa?
*jangan begitu...karena itu semua adalah anugerah, sekarang tinggal kembali kepada diri sendiri apakah yakin atau tidak?
ini semua berawal ketika percakapan ku dengan sang kakak
kakak "jadi pacaran?"
Nggak ka, ngapain pacaran
"tapi tau saling suka?"
ya mungkin tau
"kenapa gak pacaran aja?"
gak mau ah, ribet
"Seenggaknya ada yang nyemangatin, atau ngasih motivasi ketika down atau bahkan merhatiin ketika sakit"
itu semua udah aku dapetin dari mamah sama bapak di tambah dari kakak juga, aku rasa udah cukup deh, kalau dia harus bersikap seperti itu mah ya udah atuh kak aku nikah aja sama dia
"maksudnya bukan seperti itu, ya sekedar temen deket kan biasanya agak beda dek"
dan ternyata ...
Rabb ... apakah salah jika aku menginginkan dia menyediakan waktu untuk ku? hanya sekedar memberi kabar saja misalnya? sibuk? aku rasa kita sama-sama sibuk, dan apakah dia tidak tau kalau aku disini sedang sakit Rabb? apakah alam tidak memberitahunya? dan apakah intuisi itu tidak ada? yaa memang atas dasar apa intuis harus ada.. aku rasa sudah saatnya mulai bijak dalam menyikapi ini semua ... dan memantaskan diri tentunya, toh kalau pun rasa itu sama-sama ada mungkin tidak akan serumit ini, sebenarnya aku saja yang cengeng, entahlah ... memang disaat kondiri fisik sedang tidak stabil selalu seperti ini seolah mengharapkan untuk diperhatikan namun ketika harapan itu hanyalah harapan ya beginilah jadinya. Memang aku yang salah mengapa harus mengharap pada manusia yang sama-sama seorang hamba seperti ku.
ahh yakin?
iya InsyaAllah
tapi ...
tuh kan
Intuisi itu tidak ada
*ya jelas tidak ada, atas dasar apa harus ada?
ya memang
namun ... jika seperti itu, mengapa rasa ini ada? untuk apa?
*jangan begitu...karena itu semua adalah anugerah, sekarang tinggal kembali kepada diri sendiri apakah yakin atau tidak?
ini semua berawal ketika percakapan ku dengan sang kakak
kakak "jadi pacaran?"
Nggak ka, ngapain pacaran
"tapi tau saling suka?"
ya mungkin tau
"kenapa gak pacaran aja?"
gak mau ah, ribet
"Seenggaknya ada yang nyemangatin, atau ngasih motivasi ketika down atau bahkan merhatiin ketika sakit"
itu semua udah aku dapetin dari mamah sama bapak di tambah dari kakak juga, aku rasa udah cukup deh, kalau dia harus bersikap seperti itu mah ya udah atuh kak aku nikah aja sama dia
"maksudnya bukan seperti itu, ya sekedar temen deket kan biasanya agak beda dek"
dan ternyata ...
Rabb ... apakah salah jika aku menginginkan dia menyediakan waktu untuk ku? hanya sekedar memberi kabar saja misalnya? sibuk? aku rasa kita sama-sama sibuk, dan apakah dia tidak tau kalau aku disini sedang sakit Rabb? apakah alam tidak memberitahunya? dan apakah intuisi itu tidak ada? yaa memang atas dasar apa intuis harus ada.. aku rasa sudah saatnya mulai bijak dalam menyikapi ini semua ... dan memantaskan diri tentunya, toh kalau pun rasa itu sama-sama ada mungkin tidak akan serumit ini, sebenarnya aku saja yang cengeng, entahlah ... memang disaat kondiri fisik sedang tidak stabil selalu seperti ini seolah mengharapkan untuk diperhatikan namun ketika harapan itu hanyalah harapan ya beginilah jadinya. Memang aku yang salah mengapa harus mengharap pada manusia yang sama-sama seorang hamba seperti ku.
Langganan:
Postingan (Atom)