Air mata...
tiba-tiba mengalir dengan sponan tanpa aku sadari
di temani polarisasi, materi fisika yang sedang ku pelajari
tiba-tiba saja aku teringat kedua orang tua ku, dan segera aku mengambil handphone untuk menghubunginya
seperti biasa aku bertanya sedang apa, dan bagaimana kabar hingga akhirnya sikap manja ku muncul dan nampak sekali denga nada ku ketika berbicara aku menangis dan menceritakan semuanya kepada ibu. Ibu hanya mendengarkan ocehan ku tanpa ku sadari juga mungkin itu akan menambah pikiran ibu. Mengapa aku menceritakan semuanya, tak cukupkah aku menyusahkan ibu selama ini mengapa aku tambah beban pikirannya dan penyesalan-penyesalan itu muncul setelah aku menceritakan semuanya dan saat ini pun air mataku mengalir tak henti, ingin rasanya aku segera pulang dan bertemu dengan ibu.. namun apa daya, aku masih harus berjuang disini
aku ingat akan keinginan ibu , melihat anaknya menjadi seorang guru. dan itu selalu menjadi motivasiku
tapi Rabb saat ini, aku begitu merindukan orangtuaku aku ingin pulan g dan bertemu dengan mereka, sungguh aku sangat merindukan mereka ... aku rindu berada ditengah-tengah mereka, setidaknya untuk menumbuhkan kembali semangatku yang mulai memudar .. Rabb ridoilah waktu ku dengan kedua orangtuaku ..
jagalah mereka, sampai aku bisa membuat mereka tersenyum karena ku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar