Kamis, 09 Februari 2017

YAKIN? #SuratKe9

Yakin? mengapa tidak
ahh yakin?
iya InsyaAllah
tapi ...
tuh kan
Intuisi itu tidak ada
*ya jelas tidak ada, atas dasar apa harus ada?
ya memang
namun ... jika seperti itu, mengapa rasa ini ada? untuk apa?
*jangan begitu...karena itu semua adalah anugerah, sekarang tinggal kembali kepada diri sendiri apakah yakin atau tidak?
ini semua berawal ketika percakapan ku dengan sang kakak
kakak "jadi pacaran?"
Nggak ka, ngapain pacaran
"tapi tau saling suka?"
ya mungkin tau
"kenapa gak pacaran aja?"
gak mau ah, ribet
"Seenggaknya ada yang nyemangatin, atau ngasih motivasi ketika down atau bahkan merhatiin ketika sakit"
itu semua udah aku dapetin dari mamah sama bapak di tambah dari kakak juga, aku rasa udah cukup deh, kalau dia harus bersikap seperti itu mah ya udah atuh kak aku nikah aja sama dia
"maksudnya bukan seperti itu, ya sekedar temen deket kan biasanya agak beda dek"

dan ternyata ...
Rabb ... apakah salah jika aku menginginkan dia menyediakan waktu untuk ku? hanya sekedar memberi kabar saja misalnya? sibuk? aku rasa kita sama-sama sibuk, dan apakah dia tidak tau kalau aku disini sedang sakit Rabb? apakah alam tidak memberitahunya? dan apakah intuisi itu tidak ada? yaa memang atas dasar apa intuis harus ada.. aku rasa sudah saatnya mulai bijak dalam menyikapi ini semua ... dan memantaskan diri tentunya, toh kalau pun rasa itu sama-sama ada mungkin tidak akan serumit ini, sebenarnya aku saja yang cengeng, entahlah ... memang disaat kondiri fisik sedang tidak stabil selalu seperti ini seolah mengharapkan untuk diperhatikan namun ketika harapan itu hanyalah harapan ya beginilah jadinya. Memang aku yang salah mengapa harus mengharap pada manusia yang sama-sama seorang hamba seperti ku.

Tidak ada komentar: