Rabu, 04 November 2015

Ketika Aku Malu..

Entahlah apa yang aku rasakan saat ini, mungkin aku kecewa.. namun siapa yang membuat aku kecewa? Sepertinya tidak ada.. atau mungkin aku kecewa kepada diriku sendiri? “Ya begitulah”
Sampai kapan semuanya akan seperti ini?

Dan mungkin .. ah tidak aku tak ingin berhipotesis lagi
Perjalanan ini cukup panjang, hingga akhirnya aku merasakan hal yang berbeda dimana aku berharap menjadi salah satu bagian dari kehidupan seseorang. Dia begitu baik, wajar saja jika ada hal berbeda yang aku rasakan.. namun apakah mungkin ?

Perhatian dan sikap yang ia tunjukan selama ini membuat aku nyaman, dan aku bersyukur telah dipertemukan dengannya. Banyak hal baru yang aku temukan setelah mengenalnya, dan banyak sekali pertanyaan-pertanyaan yang ia tanyakan kepada ku tentang hal yang jelas-jelas aku tak tahu, hingga akhirnya aku mencari tahu jawaban semua pertanyaannya dan inilah cara dia untuk mengenalkanku lebih jauh pada-Mu Rabb. Namun saat ini aku bingung dan pikiran ini dipenuhi dengan tanda tanya yang kadang-kadang aku melamun tak tentu arah, menganalisis beberapa kemungkinan tapi tetap saja tidak ada yang kutemukan.

Aku merasa diperlakukan istimewa olehnya, aku menganggap mungkin dia pun merasakan hal yang sama. Namun benarkan pikiranku ini? Semuanya semu.. dan akhirnya
Aku menemukan semua jawaban tentang semua ini, dan saat itu lah aku merasa malu dan kecewa pada diriku sendiri. Kini aku sadar, aku yang memiliki beribu kekurangan selama ini telah salah, yaa salah akan perasaan ku.. andaikan aku tidak terlalu berharap, atau andaikan aku dapat menyikapinya seperti biasa saja mungkin semua ini tidak akan terjadi. Aku menganggapnya vitamin dalam kehidupan ku yang mampu membuat aku selalu semangat dalam menghadapi berbagai rintangan kehidupan. Ternyata itu hanya sugesti saja, sebenarnya dia tidak memposisikan dirinya sebagai vitamin apalagi untuk ku, namun hanyalah obat tidur yang setiap orang bisa menggunakannya.
Hati ini seakan protes terhadapnya, namun ini bukan salah dia. Melainkan salah ku yang terlalu menganggapnya lebih. Perhatiannya, sikapnya, dan semua yang dia lakukan itu semua bukan sesuatu yang istimewa baginya.. karena ia dapat memberikannya kepada siapapun.

Mungkin aku harus banyak belajar membentengi hati ini, supaya tidak mudah begitu saja menafsirkan sesuatu.. dan semoga saja aku tetap bisa menjaga kesetimbangan ini, walaupun sebenarnya ada sesuatu yang membuatku selalu sedih.. sedih karena anggapan ku sendiri.
Mungkin inilah efek dari obat tidur yang aku anggap vitamin, sungguh aku benar-benar merasakan suatu tekanan yang apabilah tekanan itu terlalu kuat akan muncul renggangan yang jika terus merenggang akan kehilangan elastisitasnya dan apakah yang akan terjadi selanjutnya? Benda itu akan terpisah satu sama lain.

Berat dan mungkin tidak terbayang sebelumnya.. namun itu semua hanyalah sebuah kemungkinan saja, aku hanya perlu mempersiapkan diri jika memang akan mengalami hal tersebut supaya aku tidak  merasakan hal yang jelas-jelas tidak perlu aku rasakan.
Mungkin untuk saat ini, aku akan lebih membatasi diri.. aku tak ingin rasa ini semakin dalam
Terimakasih atas semua warna yang telah kau ciptakan dalam hidup ini.

Tidak ada komentar: