Jumat, 07 Maret 2014

Ketika aku medekat pada-Mu ya Rabb

Jujur saja ketika aku mulai mempelajari agama, bertekad untuk menjadi pribadi yang lebih baik semuanya bertolak belakang dengan lingkungan. Ketia aku mencoba semua itu, apa yang aku dapatkan? CACIAN terutama dari teman-teman sekelas. ya ini sih hal wajar, karena mungkin kebanyakan orang belum terbiasa dengan hal seperti ini, dan mungkin juga mereka berpikir aku adalah orang munafik yang so soan bener, yaa aku memakluminya karena mungkin juga mereka berpikir ini hanya kedok saja karena memang mereka tahu bagaimana aku dulu. Di label "SO ALIM" pun sudah jangan di tanya lagi, hampir semua berkata seperti itu.. ya itu lah dunia saat ini
ketika ada orang yang berbuat baik dan berusaha menjadi lebih baik malah di caci tapi ketika ada orang yang akhlaq dan prilaku nya yang menyimpang malah dengan bangga nya orang tersebut memamerkan apa yang telah dilakukan nya termasuk aib nya dan orang-orang disekitar nya yang mendengarkan cerita orang tersebut malah bertepuk tangan dan bersorak seolah itu sesuatu yang membanggakan. Astagfrullahh ..

Mungkin juga cacian itu sebagai ujian dari yang mencipta, untuk menguji seberapa kuat niat dan tekad kita untuk berubah, dan seberapa kuat kita menghadapinya .. apakah karena cacian itu kita akan menjadi jauh?membatalkan niat kita untuk menjadi lebih baik? ataukah menguatkan tekad dan niat kita?

Ujian seperti ini tentunya akan di alami oleh setiap orang, dan aku pun mengalaminya.. Lantas harus berbuat sepeti apa kita sekarang? apakah harus membalas cacian itu? Tidak perlu seperti itu, kita hanya cukup bersabar dan menjadikan cacian itu sebagai alat untuk lebih mendekatkan kita kepada yang menciptakan kita, tidak perlu membalas biarkan sajalah Allah yang membalasnya, dan berterimakasih lah pada mereka yang telah mencaci kita karena dengan cacian itu kita bisa mendapatkan amal atau pahala secara cuma-cuma dari amal mereka.alhamdulilah

Kemudian apalagi yang akan dihadapi? DIASINGKAN
ya itu juga yang akan dialami, tapi tak perlu sedih atau brontak.. ingatlah Allah selalu mendampingi hambanya, tidak perlu merasa sendiri. Dan ingatlah aura akan berkumpul dengan aura yang sama dan kepribadian akan berkumpul dengan kepribadian yang sama. Jadi jangan dulu putus asa mungkin orang-orang di lingkungan kita sekarang ini pribadi dan aura nya berbeda dengan kita maka dari itu kita merasa sendiri. Jangan putus asa

KUATKAN tekad untuk tetap berusaha menjadi pribadi yang lebih baik, hiraukan lah semua cacian dari sekelilingmu. JANGAN PEDULIKAN, KARENA BUKAN MEREKA YANG MEMPUNYAI SYURGA. dan ingatlah YANG BAIK MENURUT MANUSIA BELUM TENTU BAIK MENURUT ALLAH. Biarkanlah mereka seperti apa, toh itu hak mereka ..

1 komentar:

Unknown mengatakan...

emng udah pada awalnya islam itu ASING dan pada hari akhir islam juga akan ASING kemabali dan berbahagialah orang yang ASING itu. Semakin tinggi pohon semakin kencang juga angin yang menerpa. ini tuh gak seberapa sama hinaan yang dulu menimpa Rasulullah SAW, gak hanya batin tapi fisik pun harus di terima nya :''')